Senin, 05 April 2010

Mobil Hot Wheels


Dikoleksi Boleh, Diajak Balap Oke

JAKARTA – Semua berjalan sesuai dengan perputaran roda kehidupan. Begitu pun mobil mainan beroda empat. Contohnya Matchbox yang begitu populer dikoleksi anak-anak pada tahun 70-an, sekarang sudah tidak terdengar luas, hanya tinggal pembicaraan pelan di kalangan kolektor setianya. Dan kini bergulir mainan mobil baru. Hot Wheels meluncur dengan gempita. Saat ini patut kita simak karena roda nasibnya sedang berputar ke atas.

Sekitar tahun 1970-an beredar mobil mainan bermerek Matchbox. Anak-anak begitu suka mengoleksinya. Mereka bangga jika di rumahnya terpajang puluhan sampai ratusan mobil-mobilan kecil itu.
Matchbox waktu itu dengan mudah bisa dibeli di toko buku, tukang rokok, bahkan sampai pedagang kelontong. Tapi tahun-tahun berikutnya, kegemaran mengoleksi mobil mainan itu hilang, sejalan dengan perjalanan usia anak-anak itu.
Tiba-tiba di penghujung tahun 2002, mobil mainan sejenis itu hadir dengan menggebrak. Bagaimana tak menggebrak, Hot Wheels datang ke Indonesia dengan sensasional. Mainan ini hadir dengan memecahkan rekor track (lintasan) terpanjang di Asia, yakni sepanjang 200 meter, November lalu. Prestasi ini tercatat di Museum Rekor Indonesia. Jenisnya mirip-mirip pendahulunya, namun yang ini bernama Hot Wheels.
Meski mirip, tapi karakter keduanya berbeda. Yang terdahulu hanya sebagai benda koleksi dan yang satunya lagi selain bisa dijadikan koleksi, juga untuk balap. Menurut Sandi Vidhianto, Marketing Manager Hot Wheels Indonesia, sebetulnya kehadiran mainan ini di Indonesia sudah cukup lama, yakni sejak sekitar tahun 1996. Kehadirannya dibawa oleh komunitas tertentu saja.
Untuk melihat sejauh mana perkembangannya di Indonesia, Hot Wheels kini sedang menyelenggarakan pameran besar-besaran sampai akhir Desember di Mal Kelapa Gading 3, Jakarta.
Semua jenis mobil-mobilan dan lintasan tersedia di sana. Bahkan jika ingin belajar dan bermain bersama, Hot Wheels menyediakan lintasan yang terpanjang di Asia. Begitu juga jika ingin bermain di lintasan fire ball longest time yakni lintasan berbentuk bulat.
Mobil-mobilan yang dimainkan di sana akan berputar-putar 360 derajat tiada henti. Mobil yang tak jatuh adalah yang hebat. Kuncinya agar tak terlempar adalah pada penyetelan launcher-nya (peluncur).
Jika mobilnya berat, launcher disetel maksimum. Jika ringan peluncur disetel pada mode medium. Jika salah menyetelnya maka mobil akan terguling atau terlempar dari lintasan. Anak-anak yang sedang menjajal fire ball tampak masih gagap. Mungkin karena baru kenal. Namun dari raut wajahnya, mereka menikmati sekali.
Begitu juga ketika mereka mencoba lintasan terpanjang itu. Ada yang yakin bahwa mobil-mobilannya bakal melesat mulus. Tapi mendadak sontak terlempar ke luar lintasan. Beberapa anak dan orang tua sempat menggerutu, mungkin sambungan antarlintasan kurang bagus, sehingga ketika mobil berlari kencang bannya terganjal sambungan dan terpelanting.
”Masalahnya bukan itu, tapi pengaturan launcher yang tepat yang disesuaikan dengan bobot mobilnya. Kalau dia menyetelnya pas, maka mobil berlari mulus dan memperlihatkan atraksi yang menawan ketika melewati putaran 360 derajat (loop),” ujara Sandi.


Lebih Murah
Di luar negeri, orang sudah mengenal Hot Wheels sebagai sarana penyaluran hobi yang cukup kreatif. Banyak orang tua di sana merestui anak-anaknya untuk menggelutinya. Bagaimana di Indonesia? Hot Wheels, menurut Sandi bakal digemari juga sebagai alternatif hobi anak-anak.
Terbukti sepanjang pameran, banyak yang membeli dan mengoleksinya. Mereka membeli dengan lintasannya sekaligus. Dengan mengoleksi beberapa track set, mereka bisa membangun lintasan sekehendaknya.
Anak-anak bisa menyambung, memasang loop, tikungan, jalan lurus, atau lintasan yang melompat. Makanya, menurut penilaian pakar, permainan ini merangsang kreativitas anak. Jika si anak berambisi untuk membuat lintasan yang aneh dan rumit, lewat Hot Wheels bisa diwujudkan.
Demam Hot Wheels memang terasa begitu cepat. Di mal-mal papan atas, macam Kelapa Gading dan Pondok Indah, puluhan anak merengek pada orang tuanya untuk membeli mainan ini. Mau tak mau, para orang tua menuruti kemauan si buah hati. Ini terjadi pula pada Indra Lesmana.
Pemusik jazz andal ini beberapa waktu lampau ikut-ikutan membeli beberapa mobil berikut sebuah trek Hot Wheels.
M. Fouzour R (18), mengaku tertarik mainan unik ini karena tak butuh dana besar untuk memainkannya. Ketimbang Mini Yonku, di sini dikenal dengan istilah Tamiya, Hot Wheels tak bakal menyerap kantong habis-habisan. ”Sekarang, coba Mas bandingkan sendiri. Harga satu mobil-mobilan Tamiya asli kan sekitar enam puluh ribu rupiah, nah duit segitu kalo dibelanjain mobil Hot Wheels bisa dapat empat. Jelas lebih murah kan ?” ujar Fouzour yang kerap disapa Ajib itu beri gambaran.
Rekannya, Arif (20) mengangguk-angguk setuju. Arif sempat menggeluti dunia Tamiya, tapi lama-kelamaan dia bosan karena model mobil yang begitu-begitu saja. Sudah begitu, kalau mau kencang butuh dana yang bisa buat kantung terkuras. Belum lagi aksesorisnya. Pusinglah.
Saat berburu koleksi mobil Hot Wheels, kalau lagi beruntung kita bisa dapat edisi terbatas (limited edition). Untuk mendapat edisi terbatas ini memang tak mudah. Kata Juned, pehobi lainnya, tak di setiap gerai penjualan Hot Wheels bisa dijumpai mobil-mobil eksklusif ini. Untuk tahun 2002 ini, terbit 12 seri mobil yang tercatat sebagai barang koleksi.
”Harga jualnya sih sama (dengan mobil Hot Wheels biasa), sekitar 15.000 rupiah. Tapi ya itu tadi sangat sulit buat dapat barangnya.”
Bagi para kolektor mainan, mobil edisi terbatas itu jadi incaran. Mobil ini tak dikeluarkan dari bungkusnya alias tak dimainkan. Lalu disimpan baik-baik agar jangan sampai bungkus karton itu rusak.
”Sedikit saja ujung karton ini terlipat, nilainya jadi anjlok,” kata Juned sedikit beri bocoran.
Sudah 30 Tahun
Di luar negeri Hot Wheels tak lebih sebagai penataletakan (display). Mainan ini digemari bukan saja oleh anak-anak tapi juga orang dewasa. Dalam menata letak, mereka tak sembarangan. Mereka membuatnya semenarik mungkin.
Jadi faktor kreativitas pun menentukan tata letak itu bagus atau biasa-biasanya saja. Bentuknya bukan hanya miniatur mobil, tapi juga playset yakni rakitan untuk dibuat diorama bengkel, pom bensin, car wash, dan sebagainya. Sedang di Indonesia, menurut Sandi, selain untuk memenuhi kerinduan kolektor akan miniatur mobil, juga sedang dicoba untuk dilombakan.
”Baru kita coba dan animo penggemarnya lumayan banyak. Untuk menentukan pemenangnya dilihat dari waktu tempuh tercepat di lintasan. Kami memakai stop watch,” katanya.
Ajib adalah salah satu contoh pehobi yang sempat menggondol gelar juara satu dan tiga untuk balapan Hot Wheels yang digelar beberapa bulan lalu. Lalu apa kunci kemenangan itu?
Faktor pemilihan mobil sebagai andalan di atas lintasan amat berperan. Ada beberapa tipe mobil yang memang tak punya kemampuan melesat dan unsur kestabilannya rendah. ”Untuk lomba, saya biasa pakai mobil tipe jet threat,” katanya.
Mobil-mobilan Hot Wheels pertama kali diluncurkan pada tahun 1968. Mainan ini langsung dikenal sebagai mobil mainan tercepat dan segera merebut pasar mainan. Seri orisinalnya terdiri atas 16 model. Masing-masing model memiliki pilihan antara delapan sampai 14 warna yang berbeda.
Lebih dari 30 tahun kemudian, merek ini sudah menjelma jadi merek ternama di dunia, bahkan telah meluaskan koleksinya hingga mencakup track set, accessories, playset, truck set, dan transformer car. Sedang untuk penggemar dewasa tersedia model mobil-mobil ternama dan Formula 1.
Ada catatan menarik pada tahun 1977. Waktu itu, produksi Hot Wheels yang memakai roda bergaris merah dihentikan. Mulai saat itu semua model yang keluar memiliki roda berwarna hitam. Sangat sedikit model keluaran 1977 dengan roda merah yang bisa ditemukan. Akibatnya jenis ini merupakan salah satu model yang paling bernilai di mata kolektor.
(SH/ gatot irawan/bayu dwi mardhana)

Dari : sinarharapan.co.id

2 komentar:

  1. WoW...........

    BalasHapus
  2. akhir akhir ini ane lagi penasaran nih sama hot wheels makasih infonya jadi agak tau tentang hot wheels

    BalasHapus